BUBUR KACANG HIJAU

BUBUR KACANG HIJAU

Kandungan:

1.      Kacang Hijau

2.      Gula Merah

3.      Santan

 

1.      KACANG HIJAU



Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.

Kacang hijau (Vigna radiate L.) sebagai bahan dasar pembuatan taoge kacang hijau mengandung senyawa metabolit sekunder yang beragam. Johnson dkk. (2020), mengatakan bahwa kacang hijau mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, tanin, triterpenoid, dan saponin yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa metabolit sekunder dari senyawa organik umumnya berbentuk glikosida yang terdiri dari aglikon dan glikon yang dihubungkan dengan ikatan glikosida. Proses pemutusan ikatan glikosida menjadi glikon dan aglikon dengan penambahan katalis asam disebut hidrolisis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.    GULA MERAH



Gula aren, atau gula merah, atau gula kawung adalah pemanis yang dibuat dari nira yang berasal dari tandan bunga jantan pohon enau. Gula aren biasanya juga diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira, yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapaaren, dan siwalan.

Gula aren versi bubuk sering pula disebut sebagai gula semut atau gula kristal. Dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip rumah semut yang bersarang di tanah.

 

Manfaat Gula Merah

1. Membuat tubuh lebih berenergi

Gula sendiri dikenal sebagai sumber energi untuk tubuh. Ketika Anda melakukan aktivitas fisik yang intens, konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula dapat menambah energi.

Selama proses pencernaan, tubuh akan dengan cepat memecah sukrosa dalam gula merah menjadi glukosa. Gula merah sendiri juga mengandung glukosa yang bisa langsung dipergunakan sebagai bahan bakar energi.

Glukosa selanjutnya dialirkan melalui pembuluh darah ke seluruh sel-sel tubuh untuk diproses menjadi energi dengan bantuan hormon insulin.

 

2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Manfaat ini bisa Anda dapatkan karena kandungan fitonutriennya, komponen pemberi warna pada sayur-sayuran.

Bersifat sebagai antioksidan, fitonutrien dalam jenis gula merah dapat melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas.

Paparan radikal bebas yang berasal dari asap kendaraan, asap rokok, maupun radiasi UV dapat menurunkan kinerja sistem imun tubuh, sehingga tubuh rentan terkena penyakit.

 

3. Pilihan gula untuk diet

Gula merah juga bisa dijadikan sebagai pilihan pemanis untuk Anda yang sedang menjalani diet menurunkan berat badan.

Hal ini karena gula merah termasuk pemanis alami yang memiliki kandungan kalori yang rendah dibandingkan dengan pemanis lainnya.

Jumlah kalori di dalam 1 sendok makan gula merah (4 gram) adalah 12 kkal, sedangkan 1 sendok makan gula putih memiliki jumlah kalori sebanyak 16 kkal.

Meskipun begitu, Anda tetap harus membatasi konsumsi gula merah. Pasalnya, gula merah tetaplah gula yang jika dikonsumsi berlebihan justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

 

4. Mencegah gula darah rendah

Hipoglikemia merupakan kondisi kesehatan yang ditandai dengan kurangnya kadar gula darah di dalam tubuh.  Kondisi ini mengakibatkan penderitanya dapat mengalami gejala seperti lemas, sakit kepala, gemetar, atau mual. 

Gula merah memiliki kandungan sukrosa yang dapat membantu menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Konsumsi gula merah dapat membantu mencegah gula darah rendah.

 

5. Meningkatkan fungsi otak

Manfaat gula merah lainnya adalah untuk membantu meningkatkan fungsi otak.

Pasalnya, otak memerlukan glukosa sebagai sumber energi untuk meningkatkan kinerja otak dalam berpikir, mengingat atau membuat keputusan.

Jika otak kekurangan glukosa, maka neurotransmitter, yakni pembawa pesan kimiawi di otak akan terganggu.

Meskipun otak memerlukan glukosa sebagai sumber energi, bukan berarti Anda bisa bebas mengonsumsi makanan tinggi gula. 

 

6. Mengatasi sembelit

Selain dapat meningkatkan fungsi otak, brown sugar dapat bermanfaat untuk mengatasi sembelit, terutama pada anak-anak.

Studi dalam Journal of Ethnopharmacology melakukan penelitian mengenai efektivitas obat herbal yang terbuat dari bunga mawar damascena dan gula merah untuk mengatasi sembelit pada anak-anak usia di atas satu tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bahan tersebut memiliki efek pencahar yang mampu untuk mengatasi sembelit atau konstipasi pada anak-anak.

Gula merah memiliki efek pencahar yang bekerja dengan cara menstimulasi gerakan usus dan melunakkan feses agar buang air besar menjadi lancar. 

 

7. Bantu pulihkan tubuh setelah olahraga

Saat melakukan olahraga yang berat, tubuh akan menggunakan banyak cadangan energi atau glikogen di dalam tubuh. Mengkonsumsi sumber karbohidrat sederhana, seperti gula merah dapat membantu mengisi kembali energi yang hilang dengan cepat setelah berolahraga.

Namun, jangan hanya fokus mengonsumsi gula, imbangi juga dengan asupan nutrisi lainnya seperti sumber protein sebagai makanan setelah berolahraga untuk memulihkan tubuh.

 

8. Menjaga kesehatan kulit

Salah satu masalah kulit yang umum terjadi adalah munculnya tanda penuaan kulit. Selain karena faktor usia, tanda penuaan bisa muncul akibat paparan radikal bebas.

Gula merah memiliki kandungan antioksidan yang tinggi untuk membantu melindungi kulit dengan menangkal radikal bebas. Selain itu, pemanis alami ini dapat digunakan sebagai bahan masker untuk eksfoliasi wajah guna menghilangkan kotoran yang menumpuk di wajah

Brown sugar juga memiliki kandungan alpha hydroxy acid (AHA) yang merupakan zat penting untuk membantu pengelupasan sel kulit mati.

Gula merah memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Meskipun kalorinya lebih rendah dari gula pasir, perlu diingat konsumsi gula merah terlalu banyak tetap bisa meningkatkan kadar gula darah dan asupan kalori.

 

 

3.    SANTAN


 


 

Santan adalah cairan yang dihasilkan dari parutan daging kelapa yang sudah diperas. Fitokimia adalah senyawa kimia alami yang ditemukan di dalam tumbuhan. Santan mengandung berbagai jenis fitokimia yang memberikan dampak kesehatan dan manfaat nutrisi. Beberapa fitokimia yang biasanya ditemukan dalam santan adalah:

 

1. Asam laurat: Ini adalah salah satu jenis asam lemak jenuh yang dominan dalam santan. Asam laurat dapat memberikan energi yang berkelanjutan, membantu melancarkan pencernaan, dan memiliki sifat antibakteri.

 

2. Tocopherols: Santan juga mengandung vitamin E, yang termasuk dalam kelompok tokoferol. Vitamin E adalah antioksidan kuat yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan membantu menjaga kesehatan kulit.

 

3. Fitol: Ini adalah senyawa tumbuhan yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Fitol dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah.

 

4. Fitosterol: Santan mengandung fitosterol, yang dikenal dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh. Mengonsumsi makanan yang mengandung fitosterol dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

 

5. Polifenol: Santan juga mengandung polifenol, yang merupakan senyawa antioksidan yang kuat. Polifenol membantu melindungi tubuh dari kerusakan radikal bebas dan peradangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JUICE CITRULLINE

JUICE ZEAXANTHIN

Kumpulan Kata-kata Bijak