JUICE CITRULLINE
JUICE CITRULLINE
Kandungan:
- ·
Wortel
- ·
Semangka
- ·
Naga Merah
- ·
Apel Fuji
1. WORTEL
Wortel (serapan
dari bahasa Belanda: wortel) (Daucus
carota subsp. sativus) adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12
- 24 bulan)[1] yang
menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan
tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m,
dengan bunga berwarna putih, dan rasa yang manis langu. Bagian yang dapat
dimakan dari wortel adalah bagian umbi atau akarnya.
Wortel
adalah tumbuhan
biennial dalam famili umbellifer, Apiaceae. Pada
awalnya, ia menumbuhkan roset daun sambil membangun akar
tunggang yang membesar. Kultivar yang tumbuh cepat matang dalam waktu
tiga bulan (90 hari) setelah menabur benih, sedangkan kultivar yang lebih
lambat membutuhkan waktu satu bulan lebih lama (120 hari). Akarnya
mengandung alfa dan beta-karoten dalam
jumlah tinggi, dan merupakan sumber vitamin K dan vitamin B6 yang
baik.
Wortel mengandung vitamin A yang baik untuk
kesehatan mata. Mengkonsumsi wortel baik untuk penglihatan pada mata, terutama
bisa meningkatkan pandangan jarak jauh. Selain vitamin A, wortel juga
mengandung vitamin B1,
B2, B3, B6, B9, dan C, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan
sodium.
Empat jenis fitokimia yang terdapat pada wortel, yaitu fenolik, karotenoid, poliasetilen, dan asam askorbat. Bahan kimia ini membantu pengurangan risiko kanker dan penyakit kardiovaskular karena sifat antioksidan, anti-inflamasi, modifikasi lipid plasma, dan anti-tumornya.
1.
Fenolik
Asupan senyawa fenolik dari makanan telah
dikaitkan dengan dampak kesehatan yang baik, terutama karena aktivitas
antioksidannya, seperti efek anti penuaan, anti inflamasi, dan
antiproliferatif. Selain itu, senyawa ini berkontribusi terhadap pemeliharaan
kadar glukosa darah dan kolesterol normal, serta fungsi normal sistem
saraf. Karena sifat antioksidannya, risiko penyakit kardiovaskular
diminimalkan, dan polifenol memiliki sifat anti penuaan, serta sifat anti
karsinogenik, dengan berfungsi sebagai pemulung radikal bebas. Polifenol
juga berpotensi melindungi terhadap diabetes dan penyakit Alzheimer. Senyawa
fenolik juga dapat meningkatkan sekresi empedu, menunjukkan sifat antimikroba
terhadap Staphylococcus aureus.
2.
Karotenoid
Asupan karotenoid dari makanan, terutama
vitamin A, telah dikaitkan dengan perlindungan DNA, protein, dan lipid dari
kerusakan oksidatif; serta untuk pemeliharaan fungsi normal sistem
kekebalan tubuh, kulit normal, membran mukosa normal, dan penglihatan normal.
Ekstrak wortel ungu yang dicerna ketika melewati sel mukosa usus besar,
mengurangi kerusakan DNA oksidatif sebesar 20,7%, melindungi sel usus besar
dari stres spesies oksigen reaktif. Karotenoid provitamin A makanan yang berasal
dari tanaman merupakan sumber utama kebutuhan vitamin A kita, dan biokonversi
menjadi retinol mungkin mencakup sepertiga dari total asupan retinol di negara
maju. Vitamin A sangat penting untuk organogenesis normal, fungsi
kekebalan, diferensiasi jaringan, dan penglihatan. Alfa-karoten,
β-karoten, dan β-cryptoxanthin yang diperoleh dari konsumsi wortel merupakan
karoten yang diubah menjadi retinol di dalam tubuh manusia.
3.
Poliasetilen
Studi terbaru mengenai aktivitas biologis
poliasetilen menunjukkan potensinya untuk meningkatkan kesehatan manusia karena
efek antikanker, antijamur, antibakteri, antiinflamasi, dan
serotogenik. Poliasetilen dilaporkan memiliki sifat yang meningkatkan
kesehatan, dan data in vitro menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan yang mengandung
poliasetilen tipe falcarinol memiliki tindakan anti kanker dan anti
inflamasi. Poliasetilen sangat sitotoksik terhadap beberapa lini sel
kanker dan menunjukkan karakteristik agregasi antijamur, antiinflamasi, dan
antiplatelet. ekstrak jus wortel dapat menyebabkan apoptosis, yang
mengakibatkan terhentinya siklus sel pada sel yang terkena
leukemia. Itulah sebabnya ekstrak jus wortel dapat menjadi sumber senyawa
bioaktif terbaik yang cocok untuk pengobatan leukemia.
4. 4. Asam Askorbat
Wortel berwarna oranye tua mengandung vitamin C
4 kali lebih banyak dibandingkan wortel kuning, ungu, dan oranye. Vitamin C
( l -asam askorbat) berperan penting dalam biosintesis
kolagen, penting untuk sintesis karnitin dan katekolamin, dan juga terlibat
dalam metabolisme kolesterol menjadi asam empedu. peran penting dalam
penyerapan Fe dari usus. Vitamin C menjaga kesehatan kulit, gusi, dan pembuluh
darah. Hal ini juga membantu dalam pengurangan kolesterol plasma, berperan
penting dalam penyerapan Fe dari usus, vitalitas sistem kekebalan tubuh, dan
penghapusan spesies oksigen reaktif.
2. SEMANGKA
Semangka merupakan makanan
fungsional yang sangat baik karena kaya akan kandungan likopen, vitamin A,
vitamin C, dan potensi antioksidannya. Semangka memiliki beragam kandungan
fitokimia yang sangat penting dalam bidang farmasi, yang sebagian besar
disebabkan oleh kandungan citrulline, likopen, dan polifenol yang melimpah.
Citrulline
Semangka telah
diidentifikasi sebagai sumber alami citrulline bagi mereka penggiat kesehatan
dan permintaannya sebagai makanan fungsional telah meningkat. Citrulline dengan
80% agregat lebih cepat diserap ke dalam darah, yang meningkatkan produksi arginin.
Citrulline memiliki peran vasodilatasi dan antioksidan dan pada manusia
digunakan dalam regulasi oksida nitrat. Kekuatan tulang dan otot, diabetes,
imunologi dan neurologi, dan berbagai bidang kesehatan manusia lainnya secara
substansial dipengaruhi oleh citrulline.
Likopen
Karotenoid yang bertanggung
jawab atas warna merah pada semangka adalah likopen. Likopen memiliki potensi
untuk menghambat berbagai penyakit kronis seperti onkogenesis dan
diabetes. Kemampuan membersihkan oksigen
tunggal merupakan inti dari mekanisme antioksidan pelindung. Oksidasi protein,
lipid, dan DNA adalah penyebab berbagai gangguan pada sistem metabolisme karena
produksi radikal bebas dan interaksinya dengan makromolekul. Likopen memiliki peran pertahanan yang
penting terhadap infeksi patogen. Salah satu peran antioksidan likopen adalah
melindungi DNA dalam sel darah putih. Selain sebagai anti penuaan, likopen juga
memiliki manfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular, diabetes,
osteoporosis, infertilitas dan kanker (kanker kolon, payudara, endometrium,
paru-paru, pankreas dan terutama kanker prostat).
Fenolik
sekitar delapan ons jus
semangka mengandung banyak vitamin dan nutrisi, seperti vitamin C, vitamin A,
kalium, β-karoten, dan likopen. Pada C.
lanatus (semangka) senyawa fenolik, seperti antrakuinon terdapat dalam
konsentrasi sedang dan efektif untuk meredakan sakit perut dan sembelit.
Tripenoid
Dalam biji semangka,
Triterpenoid bertindak sebagai agen anti-inflamasi. Netralisasi molekul yang
mengandung nitrogen reaktif dan penyumbatan aksi enzim siklo-oksigenase telah
dibuat oleh cucurbitacin E. Agen ini digunakan untuk menetralkan spesies nitrogen
reaktif (RNS) melalui agen anti-inflamasi.
Glikosida
Fitokimia glikosida dalam
biji semangka diidentifikasi memiliki manfaat anti diare.
Saponin
Saponin, yang ditemukan
dalam biji semangka, digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti
peradangan, gejala pra dan pascamenopause, penyakit kardiovaskular, dan
hipertensi secara farmasi.
Alkaloid
Dalam biji semangka,
alkaloid dilaporkan memiliki tingkat konsentrasi tertinggi jika dibandingkan
dengan komponen lainnya, dan mereka menunjukkan bioaktivitas terapeutik yang
penting secara efektif memiliki efek antispasmodik, analgesik, dan bakteri.
BUAH
NAGA
Buah Naga sebagai salah satu buah yang memiliki banyak manfaat untuk membantu mengatasi dan membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari batang buah naga, daging buah naga, sampai dengan kulit buah naga juga memiliki banyak kandungan vitamin dan zat yang sangat bermanfaat. Dan sangat direkomendasikan sebagai buah konsumsi yang bisa digunakan untuk terapi dalam penyembuhan suatu penyakit. Beberapa fitokima yang terkandung didalam buah naga :
1. Vitamin C
Kandungan vitamin C pada buah naga berfungsi untuk melindungi tubuh dari
paparan radikal bebas. Pada buah naga vitamin
c berfungsi untuk merangsang pembentukan kolagen, menjaga daya tahan tubuh, dan
membantu penyerapan zat besi agar tubuh tidak kekurangan darah.
2. Vitamin B2 dan vitamin B3
Selain vitamin C, buah naga juga mengandung vitamin B2 dan vitamin B3.
Kedua vitamin ini berperan penting dalam menjaga kelancaran metabolisme tubuh
dan memelihara kesehatan jaringan tubuh.
Vitamin B2 (Riboflavin) dan Vitamin B3 (Niasin) adalah dua dari beberapa
jenis vitamin B yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Secara alami
terdapat dalam beberapa makanan. Yang berperan membantu pembentukan sel merah,
menjaga kesehatan saraf tubuh dan menurunkan risiko beberapa penyakit, seperti
migrain, katarak, pre-eklampsia, dan penyakit jantung.
3. Magnesium
Buah naga merupakan salah satu jenis buah yang banyak mengandung
magnesium. Magnesium adalah mineral yang penting untuk fungsi
tubuh. Yang bermanfaat menjaga tekanan darah tetap normal, tulang lebih kuat
dan ritme jantung tetap stabil, dapat mencegah dan meringankan kram
otot, meningkatkan stamina dan performa saat berolahraga, memelihara kesehatan
dan fungsi jantung, serta menurunkan tekanan darah. Magnesium juga dapat
menurunkan risiko depresi, diabetes tipe 2, dan hipertensi, serta meringankan
gejala migran dan sindrom pramenstruasi.
4. Zat besi
Zat besi merupakan jenis mineral yang sangat penting bagi tubuh manusia
karena berperan sebagai bahan baku pembuatan sel darah merah. Jika tubuh
kekurangan zat besi, produksi sel darah merah dalam tubuh pun akan berkurang.
Akibatnya, Anda berisiko terserang anemia atau kurang darah.
Buah naga memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi, sehingga dapat
memenuhi asupan zat besi yang diperlukan tubuh dan mencegah Anda dari berbagai
masalah kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Kandungan zat besi
dalam buah naga ini menjadikannya salah satu pilihan buah penambah darah yang
bisa Anda pertimbangkan.
5. Kalsium
Kalsium diperlukan oleh tubuh untuk memelihara kekuatan tulang. Selain
itu, organ jantung, otot, dan saraf juga memerlukan kalsium agar dapat
berfungsi dengan baik. Kekurangan kalsium dalam tubuh dapat meningkatkan risiko
osteoporosis.
Selain mengonsumsi susu, Anda dapat mengonsumsi buah naga untuk memenuhi
kebutuhan kalsium harian Anda.
6. Antioksidan
Antioksidan adalah zat yang memiliki peranan penting untuk melindungi
sel-sel tubuh dari radikal bebas berlebih. Buah naga merupakan jenis buah yang
kaya akan antioksidan yang diketahui dapat melindungi sel dan jaringan tubuh
dari kerusakan akibat radikal bebas dan bahkan menurunkan risiko kanker.
7. Antosianin
Antosianin adalah senyawa turunan polifenol yang keberadaannya sangat melimpah di alam
dengan keanekaragaman dalam berbagai jenis tumbuhan. Zat inilah yang
memberikan warna merah terang pada buah naga.
Setelah mengonsumsi buah naga merah, warna urine dan feses Anda mungkin
akan menjadi tampak kemerahan. Namun, Anda tidak perlu cemas karena hal
tersebut wajar terjadi dan tidaklah berbahaya. Urine dan fese berwarna
kemerahan disebabkan oleh zat antosianin yang terkandung dalam buah naga merah.
8. Serat dan Prebiotik
Serat adalah sisa dari makanan yang tidak tercerna oleh enzim
yang memiliki manfaat membantu menjaga usus tetap sehat dan penting dalam
membantu mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, penyakit jantung koroner,
dan kanker usus. Sedangkan Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat
memberikan efek baik atau kesehatan.
Buah naga tinggi akan serat dan prebiotik yang baik untuk kesehatan
saluran pencernaan. Nutrisi-nutrisi ini diketahui dapat memperlancar buang air
besar, sehingga mencegah dan mengatasi sembelit.
4. APEL
FUJI
Selain vitamin C, apel juga mengandung antioksidan yang lebih penting yaitu berbagai turunan senyawaan flavonoid. Di antaranya yang paling banyak ditemukan adalah quersetin glikosida, prosianidin B2, asam klorogenat, epikatekin, dan floretin glikosida. Berbagai penelitian yang dihubungkan dengan hewan coba menunjukkan sifat antioksidan dan antiproliferasi senyawaan flavonoid terhadap sel-sel kanker payudara, kanker hati, dan kanker kolon. Selain senyawaan flavonoid, ditemukan juga 13 jenis senyawaan terpenoid yang juga menunjukkan aktivitas yang sama. Perhatian lebih ditujukan kepada kandungan fitokimia kulit apel mengingat tingginya kandungan Quersetin glikosida yang memiliki aktivitas antioksidasi yang paling tinggi.
Lee
et. al meneliti kandungan senyawaan fenolik utama dalam enam jenis apel dan
mendapati kandungan terbesar dalam mg/100 G apel segar adalah quersetin
glikosida (13.2 mG) , prosianidin B2 (9.35 mG), asam klorogenat (9.02 mG),
epikatekin (8.65 mG), floretin glikosida (5.59 mG), dan vitamin C (12.8 mG).
Wolfe,
Wu, dan Liu mendapatkan hal yang sama dengan katekin yang ada dalam apel adalah
(+)-katekin dan (-)-epikatekin (dua kali lebih banyak dari katekin). Sementara
Lata dan Tomala mendapatkan bahwa kulit apel mengandung hampir 40% flavonol,
30% askorbat, 20% total senyawaan fenolik, 14% total glutathione, dan 11%
L-sistein.
Golding
et.al. mengklasifikasikan fenolik dalam kulit apel sebagai berikut: asam
fenolat/ asam klorogenat, flavonoid yaitu flavan (katekin), prosianidin,
flavonol (quercetin glikosida), kalkon (floretin glikosida), dan antosianin
(cianidin glikosida).
Wolfe
dan Liu memperlihatkan bahwa kulit apel mengandung senyawaan fenolik yang
lebih besar dibandingkan dengan daging buah apel. Penelitiannya dilakukan
terhadap empat jenis apel yaitu apel Rome Beauty, Idared, Cortland, dan Golden
Delicious. Kandungan total fenolik dan flavonoidnya paling banyak terdapat
dalam kulit apel, kemudian daging dan kulit, diikuti oleh daging.
1. Quercetin
Quercetin salah
satu jenis flavonoid yang paling banyak ditemukan dalam apel, anggur, berry,
bawang, dll. Senyawa multifungsi ini bersifat alami dengan fungsi biologis
beragam seperti anti-obesitas, anti-inflamasi, anti-aterogenik, hipolipidemia,
anti-diabetes, anti-kanker, anti-hipertensi, anti-histamin, dan antioksidan. Studi in vitro menunjukkan bahwa quercetin
adalah penghambat kuat enzim sitokrom P450 CYP3A4 dan CYP2C19 dan penghambat
moderat CYP2D6. Pemberian quercetin harian dapat menurunkan kejadian
resistensi insulin, displidemia, dan hipertensi pada tikus (Winarsi, 2014). Kandungan
quercetin pada apel 4,4 mg / 100 gram (Graf dkk, 2005 dalam Persada, 2009).
Quercetin memiliki antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan (Shills, 2006
dalam Persada, 2009). Secara in vitro quercetin memiliki aktifitas antioksidan
yang lebih besar daripada vitamin A dan E (Graf et al, 2005 dalam Persada,
2009). Adanya zat quercetin dalam apel juga turut meningkatkan kadar
antioksidan karena dalam strukturnya terdapat O-hidroksi dalam cincin B yang
akan meningkatkan kestabilan bentuk radikal bebas sehingga mencegah tubuh
terserang berbagai penyakit.
2.
Epitekin
Salah satu polifenol
dari apel adalah epikatekin flavonoid, yang bermanfaat dalam menurunkan tekanan
darah. Epikatekin dapat mencegah kanker dan penuaan karena
memiliki beberapa hal unik. Salah satunya adalah kemampuannya untuk
berinteraksi dan menetralkan reactive oxygen species(ROS) di dalam sel. ROS
berkorelasi dengan radikal bebas meskipun tidak tergolong sebagai radikal
bebas. Ketidakseimbangan radikal bebas dan ROS dengan antioksidan
menyebabkan timbulnya stress oksidatif yang dapat mengakibatkan kanker,
radang, penuaan. Epikatekin juga memodulasi sinyal sel termasuk jalur kinase
the MAP (MAP (Mitogen-activated Protein) Kinase Pathway merupakan signal yang
umumnya di stimulasi oleh mitogen yang pikatekin juga memodulasi sinyal sel
termasuk jalur kinase the MAP (MAP (Mitogen-activated Protein) Kinase Pathway
merupakan signal yang umumnya di stimulasi oleh mitogen yang dapat mempengaruhi
ekspresi gen sehingga mengubah sifat fisaiologi sel yang terlibat dalam
proliferasi sel, mutasi dalam jalur ini sering dikaitkan dengan kanker.
3.
Prosianidin - B2
Salah satu varian apel
merah annurca memiliki kandungan polifenol bernama procyanidin B2 yang tinggi.
Senyawa ini diyakini dapat menstimulasi folikel rambut serta produksi keratin.
Efek tersebut pernah diteliti pada beberapa partisipan. Mereka yang menyantap
apel annurca selama dua bulan mengalami peningkatan pada pertumbuhan,
ketebalan, dan berat rambut, serta keratin di dalamnya.
Kandungan apel lainnya
1. Pektin
Kandungan pektin
(serat buah-buahan dan sayuran), telah di teliti dan terbukti menurunkan
kolesterol di dalam darah. Secara spesifik pada sebuah penelitian awal,
terbukti bahwa dalam apel ditemukan asam D-glutaric yang bermanfaat mengatur
kolesterol, jenis asam ini mampu mengurangi kolesterol sampai 35 persen. Pektin
merupakan suatu serat yang mampu mengikat cairan. Pektin bekerja membentuk
gumpalan seperti gel saat zat pektin ini berikatan dengan cairan. Selain itu
pektin dapat bekerja melawan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan diare, dan
pektin oleh flora normal di usus dapat membentuk suatu lapisan yang dapat
menutupi bagian usus yang mengalami iritasi, selain itu juga pektin bekerja
dengan menghambat motilitas usus (Yajima, 1985).
2.
Tanin
Apel
mengandung tanin yang berkonsentrasi tinggi. Tanin ini mengandung zat yang
dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi yang disebabkan oleh tumpukan
plak.
Komentar
Posting Komentar